Siapa saja yang duduk-duduk di pinggir jalan atau di pertokoan atau sedang berjalan di alan raya, hendaknya seseorang memegang norma-norma dan adab. Sebagaimana hadis Rasulullah SAW,
“Hati-hatilah kalian duduk-duduk di jalan. Para sahabat berkata, ‘Kami tidak ada tempat lagi untuk duduk, kecuali di sini.’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Bila memang kami tidak bisa, kecuali duduk di tempat itu maka berikanlah hak jalan.’ Mereka berkata, ‘Apa saja hak jalan?’ Rasulullah SAW bersabda, ‘Menahan diri untuk menyakiti orang lain, menjaga pandangan mata, menjawab salam, menolong orag yang teraniaya, menunjukkan jalan kepada orang yang tersesat, memerintahkan kebaikan dan melarang kemunkaran’,” (HR. Bukhari).
Dari sana maka dapat disimpulkan bahwa, adab ketika di jalan meliputi:
1. Selalu menjaga pandangan mata dari memandang sesuatu yang diharamkan Allah SWT.
2. Selalu berbuat amar makruh nahi munkar (menganjurkan kebaikan dan melarang kemunkaran).
3. Menolong orang yang sedang teraniaya.
4. Membantu orang yang lemah.
5. Memberi petunjuk orang yang tersesat.
6. Menjawab salam dan mengucapkannya kepada orang yang lewat.
7. Tidak menyakiti dan mengejek orang lain.
8. Memberi orang yang minta-minta.
9. Tidak terlalu banyak menoleh ke sebelah kanan-kiri.
10. Berakhlak baik dan bersikap sopan dan lemah lembut.
11. Tidak boleh membuntuti orang sampai ke rumahnya atau pekerjaannya.
Sumber: Adab Islam dalam Kehidupan Sehari-hari/Karya: Mahdy Saeed Reziq Krezem/Penerbit: Media Da’wah

No comments:
Post a Comment