PENGANUT Syiah—di negara seperti Indonesia—selalu bersembunyi
dalam segala hal, terutama mereka mengklaim bahwa Syiah merupakan bagian
madzhab dalam Islam. Padahal sebenarnya tidak. Dalam istilah Syiah, hal itu
disebut “Taqiyah”. Namun sebenarnya ada beberapa yang bisa kita perhatikan dari
penganut Syiah dari 15 ciri-cirinya berikut ini:
1)
Mengenakan songkok hitam dengan bentuk tertentu. Tidak seperti songkok yang
dikenal umumnya masyarakat Indonesia, songkok mereka seperti songkok orang arab
hanya saja warnanya hitam.
2)
Tidak shalat Jum’at. Meskipun shalat Jumat bersama jamaah, tetapi dia langsung
berdiri setelah imam mengucapkan salam. Orang-orang akan mengira dia
mengerjakan shalat sunnah, padahal dia menyempurnakan shalat Zhuhur empat
raka’at, karena pengikut Syiah tidak meyakini keabsahan shalat Jum’at kecuali
bersama Imam yang ma’shum atau wakilnya.
3)
Pengikut Syiah juga tidak akan mengakhiri shalatnya dengan mengucapkan salam
yang dikenal kaum Muslimin, tetapi dengan memukul kedua pahanya beberapa kali.
4)
Pengikut Syiah jarang shalat jama’ah karena mereka tidak mengakui shalat lima
waktu, tapi yang mereka yakini hanya tiga waktu saja.
5)
Mayoritas pengikut Syiah selalu membawa At-Turbah Al-Husainiyah yaitu batu/
tanah yang digunakan menempatkan kening ketika sujud bila mereka shalat tidak
di dekat orang lain.
6)
Jika Anda perhatikan caranya berwudhu maka Anda akan dapati bahwa wudhunya
sangat aneh, tidak seperti yang dikenal kaum Muslimin.
7)
Anda tidak akan mendapatkan penganut Syiah hadir dalam kajian dan ceramah
Ahlussunnah.
8)
Anda juga akan melihat penganut Syiah banyak-banyak mengingat Ahlul Bait; Ali,
Fathimah, Hasan dan Husein radhiyallahu anhum.
9)
Mereka juga tidak akan menunjukkan penghormatan kepada Abu Bakar, Umar, Utsman,
mayoritas sahabat dan Ummahatul Mukminin radhiyallahu anhum.
10)
Pada bulan Ramadhan penganut Syiah tidak langsung berbuka puasa setelah adzan
maghrib; dalam hal ini Syiah berkeyakinan seperti Yahudi yaitu berbuka puasa
jika bintang-bintang sudah nampak di langit. Dengan kata lain mereka berbuka
bila benar-benar sudah masuk waktu malam. Mereka juga tidak shalat tarwih
bersama kaum Muslimin, karena menganggapnya sebagai bid’ah.
11)
Mereka berusaha sekuat tenaga untuk menanam dan menimbulkan fitnah antara
jamaah salaf dengan jamaah lain, sementara itu mereka mengklaim tidak ada
perselisihan antara mereka dengan jamaah lain selain salaf. Ini tentu tidak
benar.
12)
Anda tidak akan mendapati seorang penganut Syiah memegang dan membaca Al-Qur’an
kecuali jarang sekali, itu pun sebagai bentuk taqiyyah (kamuflase), karena
Al-Qur’an yang benar menurut mereka yaitu al-Qur’an yang berada di tangan
al-Mahdi yang ditunggu kedatangannya.
13)
Orang Syiah tidak berpuasa pada hari Asyura, dia hanya menampilkan kesedihan di
hari tersebut.
14)
Mereka juga berusaha keras mempengaruhi kaum wanita khususnya para mahasiswi di
perguruan tinggi atau di perkampungan sebagai langkah awal untuk memenuhi
keinginannya melakukan mut’ah dengan para wanita tersebut bila nantinya mereka
menerima agama Syiah. Oleh sebab itu Anda akan dapati;
15)
Orang-orang Syiah getol mendakwahi orang-orang tua yang memiliki anak putri,
dengan harapan anak putrinya juga ikut menganut Syiah sehingga dengan leluasa
dia bisa melakukan zina mut’ah dengan wanita tersebut baik dengan sepengetahuan
ayahnya ataupun tidak. Pada hakikatnya ketika ada seorang yang ayah yang
menerima agama Syiah, maka para pengikut Syiah yang lain otomatis telah
mendapatkan anak gadisnya untuk dimut’ah. Tentunya setelah mereka berhasil
meyakinkan bolehnya mut’ah. Semua kemudahan, kelebihan, dan kesenangan terhadap
syahwat ini ada dalam diri para pemuda, sehingga dengan mudah para pengikut
Syiah menjerat mereka bergabung dengan agama Syiah.
Kesimpulannya,
cirri-ciri mereka sangat banyak. Selain yang kami sebutkan di atas masih banyak
cirri-ciri lainnya, sehingga tidak mungkin bagi kita untuk menjelaskan semuanya
di sini. Namun cara yang paling praktis ialah dengan memperhatikan raut wajah.
Wajah mereka merah padam jika anda mencela Khomeini dan Sistani, tapi bila anda
menghujat Abu Bakar, Umar, Utsman, Aisyah dan Hafshah, atau sahabat-sahabat
lainnya radhiyallahu anhum tidak ada sedikitpun tanda-tanda kegundahan di
wajahnya
Akhirnya,
dengan hati yang terang Ahlussunnah dapat mengenali pengikut Syiah dari wajah
hitam mereka karena tidak memiliki keberkahan, jika Anda perhatikan wajah
mereka maka Anda akan membuktikan kebenaran penilaian ini, dan inilah hukuman
bagi siapa saja yang mencela dan menyepelekan para sahabat Nabi shallallahu
alaihi wasallam dan para ibunda kaum Muslimin radhiyallahu anhunn yang
dijanjikan surga oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. [sumber: lslamPos]

No comments:
Post a Comment