SEKITAR 52.000 orang, termasuk 20.000 tahanan telah menggelar
aksi mogok makan, menurut laporan dari sebuah komite independen yang memantau
aksi protes.
Dalam
sebuah pernyataan pada hari Ahad kemarin (1/6/2014), komite mengatakan sekitar
20.000 tahanan di 113 pusat penahanan di seluruh Mesir melakukan aksi mogok
makan.
Mereka
menambahkan bahwa 32.000 anggota keluarga dan kerabat tahanan juga telah
bergabung dengan aksi mogok makan sebagai bentuk solidaritas mereka.
Komite
menggambarkan langkah yang dilakukan oleh anggota keluarga dan kerabat tahanan
sebagai aksi protes kolektif terbesar di dunia.
Para
tahanan yang meluncurkan aksi mogok makan mereka pada hari Jumat lalu, menuntut
pembebasan tahanan politik Mesir dan menempatkan pusat-pusat penahanan yang ada
di Mesir di bawah pengawasan internasional.
Mereka
juga menuntut diakhirinya segala bentuk penyiksaan dan pelecehan di dalam
penahanan.
Komite
juga melaporkan bahwa seorang tahanan telah meninggal di penjara Mesir utara,
Sabtu lalu setelah diduga dipukuli oleh polisi di dalam sel penjaranya.
Namun
seorang pejabat Kementerian Dalam Negeri Mesir membantah klaim tentang adanya
pelanggaran hak asasi di dalam penjara.
“Polisi
selalu berusaha untuk menerapkan hukum untuk semua orang tanpa diskriminasi,”
klaim Ayman Helmi, Kepala Divisi Media Kementerian Dalam Negeri kepada AA.
Kementerian
Dalam Negeri Mesir pada hari Ahad kemarin juga membantah laporan tentang adanya
aksi mogok makan yang dipentaskan oleh ribuan tahanan yang mendukung presiden
terguling Muhammad Mursi.
“Tidak
ada dasar untuk laporan bahwa tahanan dari organisasi teroris Ikhwanul Muslimin
melakukan aksi mogok makan,” kata Kementerian dalam sebuah
pernyataan.[fq/islampos/anadolu]

No comments:
Post a Comment