
Oleh: Andi Ryansyah
TAK ada media yang
objektif, pasti semua subjektif. Misal ada kasus poligami. Media Islam
memandang poligami itu dibolehkan, sedangkan media sekular memandang poligami
itu menindas wanita, tidak adil, tidak emansipasi, tidak berperasaan, dan
sebagainya. Jadi, Anda yang bangga sebagai muslim tentu tahu harus setuju
dengan media yang mana?
Media sekular memang banyak
sekali duitnya. Mereka punya TV, Koran dan majalah. Sampai bikin banyak orang
kagum karena begitu terkenal dan besarnya. Terus mereka bangga kalau bisa jadi
jurnalis di media itu karena masuk TV, gajinya gede sekali, bergengsi dan ikut
terkenal. Mereka menganggap semua yang diberitakan media itu pasti benar karena
sekali lagi terkenal dan besarnya.
Tapi mereka malah jadi
meremeh-remehkan dan tak percaya terhadap media Islam. Karena cuma belum punya
TV, koran, dan majalah. Terus karena tak seterkenal dan sebesar media sekular,
jangankan baca beritanya, percaya saja tidak, terhadap media Islam.
Sayang sekali jika mereka
melihat kebenaran berita hanya dari terkenal dan besarnya media, bukan dari
fakta sebenarnya yang sering diungkap oleh media-media Islam. Semoga kita
sebagai muslim yang bersaudara dengan muslim lainnya senantiasa Allah tunjukkan
ke jalan yang lurus.
Yang menarik, waalaupun tak
seterkenal dan sebesar media sekular, pengaruh media Islam besar juga. Faktanya
Irshad Manji, tokoh lesbian gagal dateng ke Indonesia karena media Islam tiga
hari sebelum dia datang, membuat berita tentang siapa dia. Terus juga Lady Gaga
tak jadi datang karena media Islam.
No comments:
Post a Comment